0 COMMENTS

Bagaimana Posisi Janin Pada Usia 9 Bulan?

Kehamilan tentu menjadi suatu anugerah bagi hampir semua wanita, terlebih seseorang istri. Orang yang sedang hamil harus senantiasa memperhatikan setiap detail perubahan yang dialaminya. Hal ini dikarenakan setiap perubahan tersebut menunjukkan proses tumbuh kembang janin yang ada di dalam perut si ibu. Segala perubahan yang terjadi ketika masa kehamilan dianggap sebagai suatu momen yang berkesan atau justru sangat berkesan karena kehadiran sang buah hati yang memang dinanti, dan bisa menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Wanita yang tengah hamil diharuskan untuk selalu menjaga kondisi kehamilannya agar janin dalam keadaan sehat pada setiap proses perkembangannya. Terlebih lagi saat janin sudah memasuki usia 9 bulan. Si ibu harus lebih banyak mempersiapkan segala sesuatu menjelang kelahiran buah hatinya. Nah, bagi kalian yang ingin mengetahui tentang posisi janin usia 9 bulan, kalian bisa menyimak ulasan berikut ini!

Berbagai Posisi Janin Usia 9 Bulan

Tahukah kalian jika janin memiliki ruang di perut yang cukup untuk bergerak sendiri? Akan tetapi, ketika janin sudah memasuki usia ke-9 bulan, beberapa hal akan bisa mengalami sedikit perubahan. Hal ini dikarenakan ruang gerak si janin menjadi lebih terbatas dan biasanya janin akan berada di posisi dengan kepala menghadap ke bawah. Dalam dunia medis, kita bisa mengetahui jika terdapat beberapa posisi janin usia 9 bulan, antara lain sebagai berikut:

     Posisi anterior atau secara medis disebut oksiput-anterior

Secara anatomi, anterior bisa diartikan lebih condong ke depan. Saat janin sudah memasuki usia 9 bulan, biasanya mereka akan memposisikan wajahnya menghadap ke punggung si ibu dan kepala janin mengarah ke bawah. Sebagian besar janin akan berada di posisi ini ketika usianya mencapai 33 hingga 36 minggu. Ketika janin berada dalam posisi ini, mereka bisa menggerakkan leher dan kepalanya secara leluasa, serta menekuk dagunya ke daerah dada. Di sini, posisi kepala janin bisa dibilang sudah siap bergerak menuju panggul. Selanjutnya, bagian paling sempit dari kepala janin akan mendorong ke arah jalan lahir, sehingga tentu saja akan membantu rahim terbuka selama proses kelahiran.

     Posisi posterior/posisi tengkuk-posterior.

Jika anterior berarti depan, maka posterior berarti belakang atau lebih condong ke belakang. Janin dikatakan berada di posisi posterior jika posisi wajahnya menghadap ke arah perut si ibu dan kepalanya berada di bawah. Hampir semua janin berada di posisi posterior ini selama proses persalinan tahap pertama. Setelahnya, janin akan memutar dirinya sedemikian rupa sampai berada di posisi yang dianggap ideal. Akan tetapi, jika janin tidak memutar tubuh mereka, maka hal ini bisa menyebabkan sakit punggung yang parah pada ibu dan membuat proses persalinan menjadi sangat lama.

     Posisi sungsang

Posisi sungsang adalah suatu posisi dimana kaki janin mengarah ke arah panggul si ibu, atau bisa juga diartikan sunsang apabila posisi pantat janin menjadi bagian yang paling dekat dengan jalan lahir. Banyak orang yang menganggap jika sungsang adalah salah satu posisi yang tidak ideal untuk proses kelahiran janin, meskipun pada kenyataannya tak sedikit bayi yang berada di posisi ini. Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa menyebabkan janin berada di posisi sunsang, seperti adanya riwayat si ibu yang melahirkan secara prematur, bentuk rahim ibu yang bisa dikatakan tidak normal atau abnormal, cairan ketuban yang dimiliki si ibu terlalu sedikit atau malah justru terlalu banyak, dan lain sebagainya. Secara medis, ada tiga jenis posisi sungsang ini, antara lain yaitu posisi ketika kaki janin menghadap ke arah jalan lahir dengan mengarah ke bawah; posisi ketika kaki janin berada di dekat kepala dan mengarah lurus di depan tubuhnya, sedangkan pantatnya menghadap jalan lahir; dan terakhir posisi dimana pantat janin mengarah ke bawah menuju jalan lahir dengan kaki dilipat dan letaknya di dekat pantat janin. Salah satu bahaya dari posisi sungsang ini adalah meningkatkan adanya resiko janin akan terlilit tali pusar, terlebih lehernya, sehingga proses persalinan menjadi tidak normal. Saat si ibu sudah bersiap memasuki minggu-minggu terakhir kehamilan, biasanya dokter akan menyarankan metode pengaplikasian Teknik Eksternal Cephalic Version. Teknik ini tentu saja dilakukan untuk membantu mengubah posisi janin 9 bulan, agar kepala janin mengarah ke bawah. Teknik yang memang sudah cukup umum diterapkan ini dilakukan dengan cara memantau detak jantung janin secara ketat dan terus menerus guna memastikan keamanan janin. Jangan khawatir, jika dalam prosesnya ditemui tanda-tanda yang menunjukkan perubahan detak jantung, prosesnya akan segera dihentikan.

     Melintang

Posisi janin dikatakan melintang apabila posisi tubuhnya tegak lurus dengan jalan lahir si ibu. Sebenarnya posisi ini tidak berbahaya jika berlangsung selama kehamilan sampai sebelum kelahiran. Hal ini karena memang janin bisa bergerak dalam kandungan. Kalian tentu tahu bukan jika sebagian besar janin akan memutar kepala mereka ke arah jalan lahir sebelum persalinan? Akan tetapi jika kondisi dimana janin berada di posisi melintang ini tetap terjadi hingga saat persalinan, dalam hal ini biasanya persalinan akan disarankan oleh dokter untuk dilakukan secara caesar. Hal ini dikarenakan jika dipaksakan secara normal, maka bisa terjadi kerobekan pada jalan lahir ibu dan yang paling parah bisa mengancam nyawa ibu dan janin. Ini dikarenakan janin yang berada di posisi melintang dianggap terlalu lebar untuk melewati jalan lahir.

Itulah sedikit ulasan tentang posisi janin usia 9 bulan. Oh iya, jika kalian ingin membaca referensi lain, kalian bisa membaca artikel tentang posisi janin 9 bulan di link berikut https://babyologist.com/blog/seperti-ini-posisi-janin-9-bulan-n4665. Semoga bermanfaat!

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *